Membaca Ulang Nilai Ore, Biaya Produksi, Margin Smelter, dan Kelayakan Proyek HPAL. Workshop eksekutif 1 hari berformat strategic recalculation, bukan sekadar seminar sosialisasi regulasi.
Bagi entitas yang masih memakai asumsi lama dalam RKAB, kontrak ore, model biaya, atau feasibility study, risiko termahal adalah salah menetapkan harga patokan, salah membaca royalti aktual, dan terlambat menyadari proyek masuk zona tekanan.
Limonite bukan sekadar low-grade dan saprolite tidak otomatis berharga tinggi. Variabel Fe, Co, Cr, MgO, dan moisture langsung mengubah nilai ekonomi dan penalti smelter.
Kenaikan formula HPM tidak otomatis menaikkan laba penambang. Kenaikan royalti per ton ore seringkali menggerus margin kas jika penambang gagal mengantisipasinya.
Sensitivitas harga ore limonite dan fluktuasi harga sulfur dapat melipatgandakan C1 cost HPAL serta memundurkan periode payback proyek secara drastis.
Workshop ini didesain terstruktur agar setiap departemen mampu menyelaraskan kalkulasi teknis lapangan dengan keputusan finansial korporasi.
Templat dokumen kerja: 30-Day Margin Recalculation Action Plan untuk audit internal RKAB, kontrak ore, dan cash flow model.
Membaca korelasi pergeseran formula terhadap royalti aktual per ton ore dan margin riil IUP tambang.
Memahami hubungan antara limonite, saprolite, kadar Ni, Fe, Co, Cr, MgO, COA, dan penentuan harga jual/beli ore.
Mengidentifikasi titik impas C1 cash cost, konsumsi acid/sulfur, dan pengujian kelayakan proyek HPAL pada berbagai skenario pasar.
Menyiapkan pijakan negosiasi ulang kontrak suplai smelter, penyesuaian asumsi harga RKAB, dan pembaharuan model arus kas.
Membaca nikel bukan hanya sebagai komoditas di atas kertas, tetapi sebagai rantai margin dari pit tambang hingga offtake pasar global.
Praktisi Senior Nikel & Eks-Direktur PT Vale Indonesia Tbk
Alumnus Teknik Geologi ITB dengan rekam jejak kepemimpinan komprehensif di industri nikel nasional. Beliau pernah menjabat sebagai Director di PT Vale Indonesia Tbk, Kepala Teknik Tambang (KTT) Operasi Sorowako, serta President Director / CEO PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
Membangun jalur analisis terpadu: Geologi → Ore Value → Processing Route → Cost Structure → HPM Baru → Mine Profit → HPAL Payback.
Membingkai HPM baru dari formula harga menjadi isu royalti aktual, cash cost, margin produk, dan peta dampak bisnis.
Limonite, saprolite, cut-off grade, resources vs reserves, serta peran kritis MgO, Fe, Ni, Co, Cr, moisture, dan COA dalam menentukan nilai ekonomi bijih.
Komparasi keekonomian RKEF, NPI, FeNi, matte, HPAL, MHP, MSP, dan nikel sulfat. Mengapa rute pengolahan menentukan buyer, basis harga, payability, dan margin.
Capex intensity, struktur cash cost C1, konsumsi sulfur & asam, tailing/residue management, recovery, serta disparitas biaya integrated vs non-integrated smelter.
Anatomi formula HPM baru (Ni, Co, Fe, Cr), disparitas HPM vs actual transaction price, exposure royalti per ton ore, dan rekalkulasi laba penambang.
Feedstock cost, skenario fluktuasi harga sulfur, simulasi C1 cash cost HPAL, titik impas margin MHP, dan stress-testing periode payback proyek.
Daftar periksa angka yang harus dihitung ulang, audit COA, revisi model biaya, dan koordinasi antar fungsi komersial, finansial, dan teknis.
Dirancang khusus untuk pengambil keputusan strategis dan tim teknis-komersial lintas divisi.
Untuk hasil adopsi maksimal, perusahaan disarankan mengirim tim gabungan: Commercial + Finance + Mine Planning / Operations + Legal / BD.
Tersedia tarif perseorangan dan paket korporasi untuk delegasi tim multi-fungsi.
Berlaku s/d 30 September 2026
Harga normal per peserta
Hemat Rp 2.250.000
Hemat Rp 4.750.000
Catatan Pembayaran & Perpajakan Korporasi:
• KelasTambang adalah entitas Non-PKP. Biaya investasi di atas adalah nilai nett dan tidak dikenakan PPN.
• KelasTambang menerbitkan invoice dan kuitansi resmi atas nama korporasi, namun tidak menerbitkan Faktur Pajak PPN.
Lengkapi data PIC di bawah ini. Sistem akan menyusun pesan reservasi resmi ke WhatsApp PIC Kelas Tambang: Fransisca (0858-8003-0937).
Hanya tersedia 25-35 kursi eksekutif untuk menjaga kedalaman diskusi kasus tekno-komersial dan rekalkulasi kelayakan proyek nikel Anda.