Workshop Kelas Tambang: HPM Nikel Baru 2026
HPM baru berlaku sejak 15 April 2026. Setiap bulan tanpa penyesuaian = profit Anda tergerus.
Menyelenggarakan Workshop Satu Hari:

HPM Nikel Baru 2026:
Menjaga Profit & Kelayakan Proyek

Koreksi 0,5–1 dolar per ton di level HPM dan koreksi biaya bisa berarti jutaan dolar per tahun ketika dikalikan volume produksi dan kontrak jangka panjang. Proyek yang tampak bankable di atas kertas bisa bergeser masuk zona margin negatif begitu formula baru dan faktor biaya lapangan (termasuk sulphur untuk HPAL) ikut dihitung. Pertanyaannya: Anda mau menemukan selisih itu di spreadsheet Anda sendiri, atau di laporan rugi laba?

24 Juni 2026
08.30 – 16.20 WIB
Hotel Ashley Wahid Hasyim, Jakarta
Jl. KH Wahid Hasyim No. 73-75, Menteng, Jakarta Pusat
DAFTAR SEKARANG

* CFO dan Commercial Head dari seluruh Indonesia akan hadir. Apakah Anda salah satunya?

Apa yang berubah sejak 15 April 2026?

Sejak 15 April 2026, Kepmen ESDM No. 144/2026 resmi mengubah formula HPM bijih nikel: memasukkan nilai mineral ikutan (Fe, Co, Cr), menyesuaikan corrective factor, dan mengganti basis dari DMT ke WMT, sehingga moisture content ikut diperhitungkan. Perubahan ini otomatis menggeser dasar perhitungan royalti, harga jual beli ore, dan cara smelter serta penambang membaca kelayakan proyek.

IMPACT #1

Penambang Nikel

Formula baru membuka ruang kenaikan HPM untuk limonite dan saprolite, tetapi tidak selalu sejalan dengan realita transaksi pasar FoB di setiap kasus. Selisih antara HPM, harga aktual, dan struktur biaya di site bisa langsung menggerus profitabilitas tanpa terlihat jelas kalau Anda hanya memakai asumsi lama.

Untuk saprolite, penyesuaian formula and basis WMT berpotensi mendorong nilai HPM dan royalti yang harus dibayar, terutama ketika kadar dan moisture tidak dikelola dengan disiplin. Di tengah kuota RKAB yang terbatas, ruang manuver Anda untuk “menambal” margin dengan mengejar volume makin sempit.

IMPACT #2

Produsen HPAL & Smelter

Formula HPM yang baru ikut mengubah harga feedstock bagi pabrik pengolahan dan smelter, sehingga struktur biaya MHP dan produk turunan ikut terdorong. Pada saat yang sama, harga sulphur global melonjak akibat gangguan pasokan, dan kini menyumbang porsi yang lebih besar dalam OPEX HPAL Indonesia.

Kombinasi HPM baru, lonjakan sulphur, dan variabel kadar Ni membuat titik break-even HPAL bergeser — dan titik baru ini tidak selalu intuitif kalau Anda hanya mengandalkan model sebelum 15 April. Pertanyaannya: pada kombinasi kadar, recovery, dan biaya sulphur berapa sebenarnya proyek Anda masih layak?

IMPACT #3

Investor & Daya Saing

HPM adalah referensi royalti, negosiasi ore–smelter, and salah satu indikator yang dilihat investor untuk membaca risiko regulasi dan margin sektor nikel Indonesia. Di sisi lain, porsi baterai LFP dalam penjualan EV global terus tumbuh dan telah melampaui baterai berbasis nikel di banyak pasar utama pada 2024–2025.

Artinya, proyek nikel yang tidak disiplin mengelola struktur biaya dan risiko harga bisa cepat kalah menarik dibanding opsi lain di mata pembeli dan pemberi dana. Workshop ini membantu Anda memetakan mana proyek yang masih viable dan mana yang perlu dikaji ulang di bawah struktur biaya dan dinamika baterai sekarang.

Siapa yang Wajib Hadir?

Workshop ini dirancang khusus untuk pengambil keputusan yang terdampak langsung oleh struktur biaya baru dan harus mempertanggungjawabkan angka di depan direksi, lender, maupun buyer.

Ini BUKAN sosialisasi Kepmen, melainkan sesi kerja tentang angka dampak, strategi bertahan, dan penguatan posisi tawar di meja negosiasi.

CFO & Finance Manager

merumuskan ulang kelayakan proyek dan sensitivitas margin.

Commercial Head

menyusun skenario harga dan term kontrak pasca-HPM.

Direktur Penambang & Head of Operations

menyelaraskan RKAB, produksi, and cashflow.

Negosiator kontrak & penjualan ore

membawa argumen dan data yang lebih solid.

Business Development & Investor Relations

mengomunikasikan risiko dan peluang ke partner modal.

Dibimbing Langsung oleh Praktisi

Dapatkan analisis eksklusif langsung dari para praktisi yang menguasai data riil di lapangan.

"

Agus Superiadi

SESI PAGI: Bedah Teknis HPM

  • Mantan President Director PT Sulawesi Cahaya Mineral (Merdeka Battery Group)
  • Mantan Director & Senior GM PT Vale Indonesia Tbk
  • 20+ tahun di industri nikel Indonesia
"Analisisnya soal dampak finansial HPM baru mendapat respons luas di kalangan pelaku industri dan analis global."
"

Meidy Katrin Lengkey

SESI SIANG: Strategi & Negosiasi

  • Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI)
"Memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana penambang di berbagai skala harus merespons dan bernegosiasi pasca perubahan HPM."

Agenda Spesifik & Actionable

Bukan webinar generik. Pertanyaan langsung, respons langsung dari angka aktual di lapangan.

BAGIAN I — SESI PAGI: Bedah Teknis & Dampak Margin

09.15 – 10.45 WIB

SESI 1: Bedah Formula HPM — Data, Grafik & Dampak

  • Anatomi Kepmen 144/2026: komponen formula, variabel, logika harga.
  • Grafik HPM vs harga pasar FoB: limonite vs saprolite per kadar Ni.
  • Limonite alert: HPM mendekati 2x lipat harga pasar. Breakdown per kadar.
  • Implikasi HPM berbasis FoB terhadap perhitungan royalti aktual.
  • Transmisi HPM ke cost structure MHP & dampak lonjakan harga sulfur.
  • Skenario: Pada kombinasi kadar Ni & sulfur berapa titik break-even HPAL bergeser?
11.05 – 12.00 WIB

SESI 2: Implikasi Strategis & Kelayakan Investasi

  • Daya saing HPAL Indonesia vs negara produsen lain pasca-HPM.
  • LFP vs nikel-based battery: percepatan kalkulasi peralihan EV maker.
  • Pipeline investasi: Proyek mana yang masih viable saat ini?
  • Kendala supply ore akibat pembatasan RKAB (tekanan ganda HPAL).
  • Skenario harga MHP agar margin HPAL kembali positif.
12.00 - 13.00 : Istirahat, Makan Siang & Networking Eksekutif

BAGIAN II — SESI SIANG: Adaptasi & Strategi Negosiasi

13.00 – 14.30 WIB

SESI 3: Penambang Pasca-HPM — Margin & RKAB

  • Evaluasi angka royalti per ton ore yang sudah berjalan sejak April 2026.
  • RKAB 2026: Menyusun kuota produksi yang realistis di bawah HPM baru.
  • Limonite vs Saprolite: Perbedaan tekanan margin & strategi bertahan.
  • Ketahanan cashflow penambang kecil vs besar.
  • Studi Kasus: Apa yang dilakukan penambang yang berhasil profit pasca-HPM?
14.45 – 16.00 WIB

SESI 4: Negosiasi dengan Smelter — Posisi & Langkah Praktis

  • Dinamika negosiasi penambang–smelter yang berubah total.
  • Argumen & data yang wajib disiapkan sebelum masuk meja negosiasi.
  • Strategi pricing, grade, & timing pengiriman untuk efisiensi royalti.
  • RKAB sebagai variabel daya tawar ke smelter.
  • Tanya jawab langsung: bedah kasus lapangan spesifik dari peserta.

Investasi Kehadiran

Investasi 1 hari ini jauh lebih kecil dibanding biaya salah kalkulasi yang terus berjalan setiap bulan.

Pesaing Anda mungkin sudah daftar. Kuota dikunci ketat di 30 peserta.

Harga Normal

Pendaftaran reguler

Rp 3.250.000
Atau Rp 3.750.000 (Last Minute H-7)
DAFTAR NORMAL
RECOMMENDED

Early Bird

Berlaku s/d H-14 Workshop

Rp 2.750.000
  • Akses Full Session
  • Materi presentasi PDF lengkap
  • E-Sertifikat eksklusif
  • Buffet Lunch & 2x Coffee Break
  • Akses Grup WA Alumni Executive
DAFTAR EARLY BIRD

Paket Tim (3 Kursi)

Untuk direksi & tim komersial

Rp 7.500.000

Hemat Rp 2.250.000

Rekomendasi: Bawa CFO, Commercial Head, dan Direktur Operasional sekaligus agar sinkron.

DAFTAR PAKET TIM

30 Kursi. Terbatas.

Keputusan Anda hari ini menentukan bagaimana perusahaan Anda menavigasi turbulensi margin di tahun 2026.
Amankan posisi Anda sebelum pesaing Anda mendaftar.

DAFTAR SEKARANG
STATUS: PENDAFTARAN DIBUKA